|
Operasi alat berat
dan truck di mining dan forestry site sangat sering dihadapkan dengan
jalan yang panjang dan menurun. Pada kondisi ini, operator/driver punya
kecendrungan untuk memacu kendaraannya dengan cepat untuk memperbanyak
rit. Engine dipacu kecepatan tinggi dan transmisi/persneling dioper ke
posisi top speed. Pada ujung dari turunan, mereka mengoper transmisi ke
posisi rendah untuk membantu pengereman/perlambatan kendaraan. Namun
yang terjadi adalah, downshifting tersebut menyebabkan putaran roda yang
masih sangat tinggi berbalik memaksa engine berputar melebihi batas
RPMnya. Hal ini karena masih tersimpan energi kinetik yang sangat besar
di tubuh kendaraan.
Engine diesel yang
didesain hanya beroperasi pada 2100-2300 RPM dipaksa berputar hingga
mencapai 4000 RPM. Walaupun hal ini terjadi dalam waktu singkat, keadaan
ini cukup untuk menghancurkan komponen engine yang vital seperti piston,
connecting rod (batang piston), crankshaft (kruk as) hingga camshaft (noken
as). Hal ini terjadi karena terjadi tabrakan antara valve mechanism
dengan piston yang bergerak menuju TDC lebh cepat dari kemampuan valve
spring untuk mengembalikan valve ke posisi menutup.
Kejadian di atas
menyebabkan engine macet (jammed) dan dapat menimbulkan kecelakaan
dikarenakan sistem yang bergantung pada putaran engine menjadi gagal
kerja seperti power steering dan brake (rem). Kerusakan parah ini
tentunya akan menyebabkan unit tidak dapat beroperasi untuk kurun waktu
yang lama karena menunggu perbaikan engine, dan dapat dipastikan,
kerusakan engine akibat overspeeding tidak dicover warranty.
Kami menyediakan
alat yang dinamakan "Engine Overspeeding Protector". Alat ini bertugas
mendampingi operator/driver selama pengendaraan, dan akan memberi
warning bila potensi terjadinya engine overspeeding, dan mengambil
tindakan dengan memutus hubungan kerja engine dengan drivetrain bila
terjadi kondisi kritical untuk mengamankan engine.
Tersedia 2 pilihan
sistem, 12V dan 24V
|