|
CHARGING SYSTEM

Deskripsi
Charging system atau system pengisian baterai merupakan suatu system
yang sangat penting dalam suatu kendaraan, karena kebutuhan kelistrikan
yang tinggi, terutama pada kendaraan-kendaraan dengan system injeksi
bahan bakar elektronik (Electronic fuel injection). Kebutuhan
kelistrikan itu untuk memenuhi kebutuhan start mesin, lampu-lampu dan
indikator, system pengapian (ignition system) dan kontrol komputer. Baik
mobil bensin maupun diesel, kebutuhan kelistrikan saat ini hampir sama
tingkat kebutuhannya, karena mesin dieselpun kini telah dilengkapi
dengan kontrol injeksi elektronik.
Tujuan Instruksional Umum
Dengan menggunakan charging system panel ini siswa diharapkan mampu
memahami konsep pengisian baterai di kendaraan roda empat dan mampu
merangkai sirkuitnya dengan benar.
Tujuan Instruksional Khusus
-
Siswa mampu mengenal komponen utama sistem pengisian
-
Siswa mampu mengidentifikasi part penyusun komponen utama sistem
pengisian
-
Siswa mampu merangkai sirkuit kelistrikan sistem pengisian
-
Siswa mampu mengamati parameter utama proses pengisian baterai
Kelengkapan
Alat
peraga sistem pengisian (charging system) adalah berupa sebuah panel
berukuran 1,5 x 1 x 1 m yang dilengkapi dengan
-
Motor listrik AC 1 pk dengan pulley dan belt untuk menghasilkan
tenaga putar untuk memutar alternator, bertindak sebagai pengganti
mesin (engine).
-
Speed control untuk mengontrol kecepatan putaran (RPM) motor listrik
penggerak secara stepless (tanpa tahapan) dari kecepatan minimum ke
maksimum dengan teknologi IGBT.
-
Alternator mobil, sebagai pesawat pengubah energi gerak mekanik
menjadi energi listrik bolak-balik (alternating current, AC) yang
dihubungkan dengan motor listrik lewat pulley dan belt.
-
Control panel, sebagai pusat pengontrolan kerja panel secara
keseluruhan, meliputi ampere meter, voltmeter, RPM meter, emergency
switch, power switch.
-
Voltage regulator, sebagai pengontrol output tegangan dari
alternator, sesuai dengan kondisi tegangan baterai dan RPM motor
listrik. Terdiri dari rangkaian elektronika yang dapat dilihat
komponen aktifnya.
-
Baterai, sebagai penampung energi listrik hasil konversi energi
alternator dan juga sebagai pensuplai energi listrik untuk pemicu
kemagnetan rotor di dalam alternator (excitating current supplier).
-
Buku manual, sebagai petunjuk pengoperasian panel.
Konsep kerja
Konsep kerja charging system panel adalah sebagai berikut:
-
Siswa mengenakan peralatan keselamatan kerja seperti sarung tangan
dan kacamata kerja serta helmet
-
Siswa memeriksa kondisi dan kelengkapan panel untuk memulai praktek
-
Siswa menghubungkan konektor power dari panel ke jala-jala listrik.
-
Siswa merangkai kabel-kabel yang menghubungkan alternator, baterai,
meter, dan regulator
-
Siswa meng-ON-kan power switch
-
Siswa menghidupkan motor listrik dan mengatur kecepatannya
-
Siswa mengamati tegangan yang terbangkit serta besar arus pengisian
pada berbagai kecepatan
-
Siswa mengatur tegangan breakdown dari zener diode untuk mengetahui
cut in dan cut out charging voltage yang berdampak pada pengisian
-
Siswa mengukur tegangan di berbagai measuring point pada panel
IGNITION SYSTEM

Deskripsi
Sistem pengapian atau ignition system merupakan sistem vital dalam
kendaraan bermesin bensin, karena merupakan salah satu komponen utama
proses pembakaran di dalam mesin. Sistem pengapian berkembang sangat
pesat sejak model dengan platina dan kondensor, hingga distrbutorless
ignition system yang tidak menggunakan distributor (delco) sama sekali.
Sistem elektronik diperkenalkan ke dalam system pengapian hingga lebih
awet, maintenance-free, dapat menghasilkan tegangan induksi yang sangat
besar dan sanggup bekerja dengan sempurna pada kecepatan tinggi.
Alat
peraga sistem pengapian (Ignition system panel) merupakan sebuah panel
yang membantu siswa sekolah menengah kejuruan dalam mempelajari konsep
dan cara kerja sistem pengapian dengan mudah dan observable.
Tujuan instruksional Umum
Dengan menggunakan alat peraga sistem pengapian (ignition system panel),
siswa mampu melakukan instalasi sistem dengan benar sesuai buku panduan.
Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mempelajari dan praktek pada ignition system panel :
-
Siswa mampu menyebutkan komponen-komponen utama sistem pengapian
konvensional dan elektronik dengan benar
-
Siswa mampu merangkai wiring sistem pengapian dengan benar
-
Siswa mampu mengganti platina dan kondensor dengan benar
-
Siswa mampu menyetel kerenggangan platina (air gap) dan dwell angle
dengan benar
-
Siswa mampu melakukan troubleshooting sederhana pada sistem
pengapian dengan benar.
Kelengkapan
Ignition system panel dilengkapi dengan:
-
Baterai, sebagai pensuplai energi listrik yang digunakan untuk
mengoperasikan sistem pengapian
-
Battery charger, sebagai komponen pengisian ulang energi listrik
dalam baterai sehingga proses belajar mengajar tidak terganggu oleh
ketersediaan energi listrik di baterai yang dapat habis.
-
Ignition coil, sebagai induktor penghasil tegangan listrik induksi
untuk menghasilkan percikan api pada busi.
-
Distributor, sebagai switch pengontrol aktivitas induksi listrik
didalam coil dan pengatur distribusi arus listrik induksi ke
busi-busi sesuai urutan pengapian (firing order).
-
Busi (spark plug), sebagai komponen penghasil percikan api listrik
di dalam ruang bakar.
Konsep kerja
Konsep kerja ignition system panel adalah sebagai berikut :
-
Siswa mengenakan peralatan keselamatan kerja seperti sarung tangan
dan kacamata kerja serta helmet
-
Siswa memeriksa kondisi dan kelengkapan panel untuk memulai praktek
-
Siswa menghubungkan kabel power dari panel ke jala-jala listrik.
-
Siswa menghidupkan battery charger
-
Siswa merangkai kabel-kabel sirkuit yang menghubungkan baterai,
kunci kontak, ignition coil, distributor dan busi-busi
-
Siswa memutar kunci kontak ke posisi IG (ON) dan mengamati kerja
rangkaian.
-
Siswa memutar kunci kontak ke posisi ST (start) dan secara otomatis
motor listrik akan memutar distributor shaft sehingga aktivitas
induksi berjalan.
-
Siswa mengamati aktivitas pengapian.
STARTING SYSTEM

Deskripsi
Panel
sistem start (starting system panel) merupakan sistem yang bertindak
sebagai pemutar mesin untuk pertama kali sejak mesin dalam keadaan mati.
Sistem ini mengubah energi listrik dari baterai menjadi energi gerak
mekanis dengan tenaga besar. Untuk memudahkan pelepasan dan penghubungan
antara starter motor dengan engine, digunakan one-way overrunning
clutch.
Tujuan instruksional
Umum
Dengan menggunakan starting system panel, siswa mampu memahami konsep
kerja sistem start dan mampu merangkai sirkuitnya dengan benar.
Tujuan instruksional
Khusus
-
Siswa mampu menyebutkan komponen utama sistem start dengan benar
-
Siswa mampu memahami konsep kerja masing-masing komponen utama
sistem start dengan tepat
-
Siswa mampu merangkai kabel-kabel sirkuit sistem start dengan benar
-
Siswa mampu membongkar dan memasang kembali komponen starter motor
dengan benar
-
Siswa mampu melakukan troubleshooting sederhana pada sistem start
dengan benar.
Kelengkapan
Panel
sistem start (starting system panel) dilengkapi oleh :
-
Baterai sebagai sumber energi listrik
-
Battery charger sebagai alat pengisian energi listrik pada baterai
-
Kunci kontak (ignition switch) sebagai penghubung dan pemutus arus
listrik kontrol ke starter motor.
-
Starter relay, sebagai alat kelistrikan yang mengontrol suplai arus
listrik untuk mengaktifkan starter solenoid.
-
Starter motor, sebagai mekanisme pengubah energi listrik ke energi
gerak mekanik untuk memutarkan engine.
Konsep kerja
Konsep kerja panel sistem start (starting system panel) adalah sebagai
berikut :
-
Siswa mengenakan peralatan keselamatan kerja seperti sarung tangan
dan kacamata kerja serta helmet
-
Siswa memeriksa kondisi dan kelengkapan panel untuk memulai praktek.
-
Siswa menghubungkan kabel power ke jala-jala listrik.
-
Siswa merangkai kabel-kabel yang menghubungkan baterai, kunci
kontak, starter relay dan starter motor
-
Siswa memutar kunci kontak ke posisi ST (start) dan mengamati kerja
starter motor
LIGHTING SYSTEM

Deskripsi
Panel
sistem penerangan (lighting system panel) merupakan sebuah panel yang
dilengkapi dengan seluruh lampu-lampu yang digunakan dalam kendaraan
roda empat atau lebih. Terdiri dari headlamp, turn signal lamp, fog
lamp, tail lamp, brake lamp, courtesy lamp, room lamp, side lamp.
Tujuan instruksional Umum
Dengan menggunakan panel sistem penerangan, siswa mampu mempraktekkan
ketrampilan merangkai sirkuit/wiring lampu-lampu dari kendaraan roda
empat.
Tujuan instruksional Khusus
-
Siswa mampu memahami konsep sistem penerangan mobil
-
Siswa mampu merangkai wiring lampu-lampu
-
Siswa mampu melakukan troubleshooting sederhana pada sistem
penerangan mobil
Kelengkapan
Panel
sistem penerangan terdiri dari :
-
battery charger sebagai alat suplai tenaga listrik sistem
-
Panel sistem penerangan yang terdiri dari semua lampu di mobil
standard
-
Kabel-kabel yang dapat dilepas dan dipasang dengan banana plug
-
Buku manual
Konsep kerja
Konsep kerja panel sistem penerangan (lighting system panel) adalah
sebagai berikut :
-
Siswa mengenakan peralatan keselamatan kerja seperti sarung tangan
dan kacamata kerja serta helmet
-
Siswa memeriksa kondisi dan kelengkapan panel untuk memulai praktek.
-
Siswa menghubungkan kabel power ke jala-jala listrik.
-
Siswa merangkai kabel-kabel yang menghubungkan baterai, kunci
kontak, switch lampu dan lampu-lampu.
-
Siswa menghidupkan lampu untuk tiap fungsi lampu.
|